Wednesday, November 11, 2009

Armada Kapal Perang Islam silam




Armada Laut di Era Kejayaan Islam
"Goke", Salah satu kapal perang Dinasti Ustmani

"Goke", Salah satu kapal perang Dinasti Ustmani

Ilmu astronomi berkembang seiring dengan kebutuhan penjelajahan kaum Muslim ke berbagai belahan dunia. Pasalnya, astronomi bermanfaat untuk navigasi dalam upaya menjangkau negerinegeri yang jauh dari wilayah kekuasaan Islam. Dengan demikian, astronomi membantu mengembangkan misi dakwah Islam, juga memperkuat perkembangan ilmu pengetahuan umat. Dalam proses menggapai dua misi itu, tak jarang umat Islam harus berhadapan dengan pasukan musuh yang menghadang.

Maka dibutuhkan pasukan perang yang kuat dengan bekal pengetahuan perbintangan yang mumpuni. Dalam satu dekade sejak penaklukan Mesir, umat Islam berhadapan dengan Byzantium (Kekaisaran Romawi). Dalam persaingan itu, umat Islam berhasil menguasai Laut Tengah bagian timur, yakni Cyprus sekitar tahun 30 H (649 M), dan Rhodes pada tahun 52 H (672 M).

Pada saat itu, Kekaisaran Romawi memiliki armada angkatan laut yang hebat dan kuat di Laut Tengah. Mereka menjadi salah satu kekuatan militer terkuat di dunia pada zamannya. Maka, umat Muslim berpikir bagaimana cara melawan angkatan laut yang tak terkalahkan itu. Sejak saat itulah dibentuk armada angkatan laut Muslim. Di sini navigasi diperlukan untuk menuntun arah hingga ke tempat-tempat yang mereka tuju.

Kaum Muslim berkeyakinan, makin teliti seorang navigator dalam menentukan posisinya di tengah laut, berdasarkan peredaran matahari, bulan, atau bintang, makin tinggi pula akurasi perhitungan waktu dan tempat yang dituju. Dengan demikian, persiapan logistik selama perjalanan pun dapat dilakukan secara lebih matang.

Ada kaidah berbunyi Ma laa yatimmul waajib illaa bihi, fahuwa wajib (apa yang mutlak diperlukan untuk menyempurnakan sesuatu kewajiban, hukumnya wajib pula). Kaidah ini menjadi pedoman bagi kaum Muslimin dalam menyiapkan peperangan melawan Kaisar Romawi ketika itu.

Mereka mulai mempelajari teknik perkapalan, navigasi dengan astronomi maupun kompas, dan mesiu. “Bangsa Arab sangat cepat menanggapi kebutuhan akan angkatan laut yang kuat untuk mempertahankan dan mempersatukan daerah kekuasaannya,” jelas Ahmad Y. Al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History.

Selama era kekuasaan Bani Ummayah, Khalifah Mu’awiyah (602M-680M) berusaha memulihkan kembali kesatuan wilayah Islam. Setelah berhasil mengamankan situasi dalam negeri, Mu’awiyah segera mengerahkan pasukan untuk perluasan wilayah kekuasaan.

figure 35Penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) merupakan peristiwa penting dan bersejarah selama masa kekuasaannya. Gubernur Mesir kala itu, Amr Ibnu Ash, merasa terganggu oleh kekuasaan Romawi di Afrika Utara. Karenanya, Amr Ibnu Ash mengerahkan pasukan di bawah pimpinan Jenderal Uqbah untuk menaklukkan wilayah Afrika Utara itu.

Pasukan Uqbah akhirnya berhasil menguasai Kairowan hingga ke bagian selatan wilayah Tunisia. Khalifah Mu’awiyah kemudian membangun benteng untuk melindungi kota Kairowan dari serangan pasukan Berber dan menjadikan kota Kairowan sebagai ibukota propinsi Afrika Utara.

Mu’awiyah tercatat sebagai pendiri armada angkatan laut Islam. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Syria, ketika kekhalifahan Islam dipimpin oleh khalifah rasyidah ketiga, Ustman bin Affan. Selama itu pula Mu’awiyah telah memiliki lima puluh armada laut yang tangguh. Pasukan laut ini akhirnya berhasil menaklukkan Cyprus (649 M), Rhodes (672 M), dan kepulauan lainnya di sekitar Asia Kecil.

Dengan penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) dan Spanyol (705-715 M), kirakira 40 tahun kemudian, armada angkatan laut Islam di seluruh Laut Tengah menjelma sebagai yang terkuat dan tak terkalahkan hingga dua abad berikutnya. Pasukan ekspedisi dari Afrika Utara menduduki Sisilia pada tahun 211 H (837 M). Angkatan laut tersebut hingga masuk ke wilayah pantai Italia dan Prancis Selatan.

Armada laut Turki Ustmani
Berselang beberapa abad kemudian, Kesultanan Ustmani (Ottoman) juga mampu mengalahkan kekuatan Kaisar Romawi. Mereka berhasil menundukkan Konstantinopel (ibu kota Kekaisaran Byzantium) pada tahun 1453. Sejak itu, pemerintahan Ustmani mulai mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran.

Bahkan, Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Dia juga mengangkat komandan angkatan laut, Hamza Pasha, untuk membangun industri dan gudang persenjataan laut.

Kesultanan Ustmani juga membuat sebuah kapal di Gallipoli Maritime Arsenal. Dengan komando Gedik Ahmed Pasha (tahun 1480 M), Kesultanan Ustmani memperkokoh basis kekuatan lautnya di Istanbul. Maka tak heran, jika marinir Turki mendominasi Laut Hitam dan menguasai Otranto.

Pada era kekuasaan Sultan Salim I (1512 M-1520 M), Kesultanan Turki Ustmani memodifikasi pusat persenjataan maritim di Istanbul. Salim I berambisi menciptakan negara yang kuat, tangguh di darat dan laut. Ia bertekad memiliki angkatan laut yang besar dan kuat untuk menguasai lautan.

Pembangunan dan perluasan pusat persenjataan maritim pun dilakukan dari Galata sampai ke Sungai Kagithane di bawah pengawasan Laksamana Cafer. Pembangunan dan perluasan ini rampung pada tahun 1515 M. Proyek besar ini menyedot dana hingga sekitar 50 ribu koin.

Selain mengembangkan pusat persenjataan Maritim Istanbul, Sultan Salim I juga memerintahkan membuat beberapa kapal laut berukuran besar. Selang beberapa tahun kemudian, sebanyak 150 unit kapal selesai dibuat. Dengan kekuatan yang dahsyat itu, Sultan Salim I pernah mengatakan, “Jika Scorpions (pasukan Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di Pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami.”

Dengan memiliki armada kapal laut terbesar di dunia pada abad ke-16 M, Turki Ustmani telah menguasai Laut Mediterania, Laut Hitam, dan Samudera Hindia. Tak heran, bila kemudian Turki Ustmani kerap disebut sebagai kerajaan yang bermarkas di atas kapal laut. Ambisi Sultan Salim I menguasai Lautan akhirnya tercapai.

Bahkan, sekembalinya Sultan Salim I dari Mesir, ia berpikir kembali akan pentingnya membangun kekuatan di lautan yang lebih kuat. Sebelumnya, kekuasaan Ustmani Turki telah menguasai pelabuhan penting di Timur Mediterania, seperti Syiria dan Mesir. Gagasan Sultan Salim I ini terus dikembangkan oleh sultan-sultan berikutnya. Berkat kehebatannya, Turki Ustmani sempat menjadi adikuasa yang disegani bangsa-bangsa di dunia, baik di darat maupun di laut.

Sumber :

Harian Republika

MuslimHeritage.com

Tuesday, November 10, 2009

PULANGNYA SEORANG TEMAN

Pagi hari ini, tiba - tiba sms berbunyi. 'Tuk Ayah sudah tiada'. Apabila dipanggil semula memang sahlah sms itu benar. Tuk Ayah panggilan untuk seorang teman, berasal dari Luit, Maran, bermastautin di Kuala Terengganu, jam 2 pagi 10/11/2009, pulang menghadap penciptanya.
Biarpun aku sendiri tidak pernah tahu nama sebenarnya tetapi dia selalu menjadi pendengar setia semasa aku dan teman bercerita politik. Dan dari gerak lakunya, pemahaman politiknya bertentang arus dengan pihak kami. Biarpun begitu, adakalanya ada juga yang dipersetujui bersama di dalam perkara. Beliau bukannya orang terkenal dan ternama. Mungkin pemahamannya lebih kepada Utusan Malaysia, itulah fikrah yang dianuti oleh jutaan umat Melayu. Sudah pasti parti dokongannya Melayu Bersatu yang dianggap mati - matian sebagai pejuang Melayu dan pembela Islam.Dan beliau tidak pandai mencari alternatif bacaan lain. Tidak sesekali kami menyalahkan beliau kerana itulah acuan yang ditanam 50 tahun oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Dan beliau sendiri aku lihat sentiasa terhegeh - hegeh menggunakan telefon bimbitnya, sudahpasti beliau tidak memahami teknologi.
Bagi kami beliau adalah mangsa kemunduran pemikiran yang ditanam oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Begitu besarnya sumbangan Melayu Bersatu dalam memundurkan pemikiran rakyat. Dan lebih malang lagi majoritinya adalah orang Melayu sendiri.
Al Fatihah untuk beliau.

Monday, November 9, 2009

Al-Ghuraba': Tersisih dan Terasing Kerana Mengamalkan Islam Yang Tulen

________________________________________________________________________
Al-Ghuraba': Tersisih dan Terasing Kerana Mengamalkan Islam Yang Tulen

http://an-nawawi.blogspot.com

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Maksud: Berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam: “Islam itu bermula dalam keadaan asing (ghareeb) dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu (ghuraba’).” (Hadis Riwayat Muslim, Shohih Muslim, Kitabul Iman, 1/350, no. 208 (Dari Abu Hurairah). Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, Kitabul Fitan, 11/485, no. 3976 (Dari Abu Harairah). Hadis Riwayat Ahmad, Musnad Ahmad, 34/25, no. 16094 (Dari 'Abdurrahman B. Sannah))

Asingnya mereka yang mengamalkan Islam yang benar dapat dilihat dengan jelas disebabkan beberapa fenomena berikut:

1 – Banyaknya ritual-ritual agama (bentuk-bentuk ibadah) gaya baru yang disandarkan kepada Islam dan dilabelkan sebagai sebahagian daripada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dengannya, ia telah menutupi bentuk-bentuk agama dan cara beribadah yang sebenar berpandukan al-Qur'an dan as-Sunnah yang difahami sebagaimana generasi awal Umat Islam (para sahabat) mengamalkannya.

2 – Pelbagai jenis ritual ibadah bentuk baru itulah yang dinamakan sebagai bid'ah sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:

وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

Terjemahan: Jauhilah olehmu perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) kerana sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) itu adalah sesat. (Hadis Riwayat Ibni Majah, Sunan Ibni Majah, 1/49, no. 42. Tahqiq al-Albani: Sahih, no. 42. Hadis Dari 'Irbadh B. Sariyah)

Bid'ah-bid'ah inilah yang menjauhkan manusia dari mengamalkan agama yang sebenarnya. Lalu mereka yang mengamalkan agama yang tulen dipandang serong dan seakan-akan menjadi asing (pelik).

3 – Disebabkan masing-masing mahu menjuarai dalam agama, maka perpecahan pun berlaku dengan berleluasa. Masing-masing kelompok membina agama berdasarkan aliran pemikiran dan hawa nafsu masing-masing. Mereka meninggalkan petunjuk dan garis panduan sebenar di dalam memahami agama yang telah sedia diwariskan dari generasi para salafus Sholeh (generasi awal umat Islam yang soleh). Mereka tidak mempedulikan firman Allah Subahanhu wa Ta'ala supaya mengikuti dengan baik jejak-jejak yang dirintis oleh para Salafus Sholeh (pendahulu terbaik dari umat ini):

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Surah at-Taubah, 9: 100)

4 – Kebodohan (kejahilan) yang begitu marak dan leluasa melanda sebahagian besar umat Islam. Ilmu berkenaan aqidah dan dasar-dasar 'ubudiyyah kering dari mengalir di dalam jiwa dan sanubari mereka. Lebih malang lagi, mereka meninggalkan usaha untuk memahaminya dan terus hanyut disibukkan dengan urusan selainnya yang semakin menjauhkan mereka dari kebenaran.

5 – Berpalingnya manusia dari agama dengan memahami agama itu dengan keinginan hawa nafsu masing-masing.

6 – Taklid buta di dalam soal beragama menjadi suatu kebiasaan. Mereka selesa untuk beragama dengan agama yang mereka perolehi dari apa yang datuk nenek mereka amal dan wariskan walau pun apa yang datang dari datuk nenek mereka itu adalah suatu kebatilan. Kesalahan dari datuk nenek mereka terus diperturunkan dari suatu generasi ke generasi seterusnya disebabkan kejahilan mereka yang meninggalkan sikap ilmiyah dan kritis dalam memahami sumber-sumber agama yang benar.

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi peringatan:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ

Terjemahan: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (Surah al-Baqarah, 2: 170)

7 – Taklid buta dengan apa keluar dari mulut-mulut manusia yang digelarkan sebagai Ustaz mahu pun ulama menjadi suatu perkara yang biasa. Mereka merasa puas dan cukup dengan perkataan ustaz dan ulama. Lalu mereka mengabaikan perkataan yang lebih agung iaitu dari Kalam Allah dan perkataan Rasul-Nya. Ia menjadi lebih parah apabila perasaan taksub dan fanatik menguasai hati-hati mereka dengan tidak mahu mengakui setiap manusia itu mungkin berbuat salah dan tidak maksum.

Imam asy-Syafi'e rahimahullah berpesan:

إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت

Terjemahan: Apabila kamu menemui sesuatu di dalam kitabku yang berlainan dengan hadis Rasulullah, peganglah hadis Rasulullah itu dan tinggalkanlah pendapatku itu. (Rujuk: Imam an-Nawawi, al-Majmu' Syarah al-Muhazzab, 1/63)

Begitulah serba sedikit berkenaan beberapa fenomena yang menjadikan golongan yang mengamalkan Islam yang tulen lagi sahih tersisih dan terasing. Mereka yang berada di atas kebenaran itu dipandang asing lagi pelik. Lebih parah, mereka bukan sahaja diasingkan, malah turut ditohmah dengan pelbagai bentuk fitnah dan kedustaan. Mereka dilabel sebagai sesat dan menyimpang.

Walhal, itu adalah disebabkan kejahilan golongan yang melabel itu sendiri lantaran jauhnya mereka dari ilmu dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Jika mereka mahu meluangkan masa-masa mereka untuk menela'ah, nescaya mereka akan menemui semua itu sebenarnya bersumberkan kepada sandaran yang jelas dari Kalamullah dan as-Sunnah yang terang benderang...

Sunday, November 8, 2009

Sukarelawan dan Bantuan Kewangan diperlukan untuk Saudara Muslim Pattani

Sukarelawan dan Bantuan Kewangan diperlukan untuk Saudara Muslim Pattani
Sumber: E-mel yang dihantar oleh saudara Mohd Saiful (saiful_pedang87@yahoo.com.my)

Ziarah ke pattani beberapa hari yang lepas telah mengetemukan kami dengan timbalan mudir sekolah MA’HAD AL-BI THAT AD-DINIAH ( Pondok Haji Harun) iaitu Tn. Haji Abdul Rahman. Sekolah ini terletah di wilayah Yala di bahagian Selatan Thailand. Sekolah ini merupakan sekolah aliran agama yang juga menekankan akademik. Di mana, sesi paginya lebih menfokuskan kepada akademik dan sesi petangnya lebih kepada agama.

Pondok Haji Harun merupakan antara sekolah yang mempunyai bilangan pelajar yang teramai di Selatan Thailand, malah bagi saya yang teramai di Asia iaitu lebih 5,500 orang pelajar bedaftar di sini. Malah, bilangan pelajar sekolah ini pernah mencapai sehingga 10,000 orang pelajar pada satu ketika dahulu. Namun, akibat pergolakan dan krisis di Selatan Thailand jumlah pelajar di situ semakin berkurangan. terutama, apabila ramai guru-guru yang pernah mengajar di situ ditangkap, hilang tanpa dapat dikesan dan ditembak.

Malah menurut kata timbalan mudir sekolah juga, kejadian seperti bom atau tembakan disekitar kawasan sekolah bagaikan suatu pekara biasa bagi guru-guru dan pelajar sekolah ini. Persekolahan tetap diteruskan seperti biasa walaupun kejadian pegeboman atau tembakan terjadi hanya berhampiran pagar sekolah. Namun, akibat daripada pelbagai peristiwa ini, sedikit sebanyak telah menjejaskan bilangan pelajar yang mendaftar di sekolah ini.

Melihat kepada keadaan fikikal sekolahnya memang tidak logik untuk menempatkan pelajar seramai itu dan menurut guru yang mengajar juga memang bilangan bilik darjah sebenarnya tidak mencukupi untuk menampung jumlah pelajar yang ada, jadi mereka terpaksa menempatkan pelajar dalam kuantiti yang semaksimum mungkin dalam satu-satu kelas. Dari pemerhatian saya juga, memang keadaan bangunan dan infrastrukturnya seperti bangunan sekolah dan kemudahan belajar agak daif. Malah masih ada bilik darjah yang hanyak berdindingkan jaring besi.

Tn. Haji Abdul Rahman juga sempat membawa kami melawat sebuah bangunan baru sekolah yang telah lama dibina tapi masih belum siap kerana masalah kewangan untuk membeli keperluan bahan pembinaan.

Namun semangat dan kesungguhan serta keikhlasan yang ditunjukkan oleh guru-guru di sana dalam usaha mendidik anak bangsa supaya berilmu untuk membela nasib agama, bangsa dan negara dan ketidak adilan dalam masyarakat amat tinggi sekali. Ditambah lagi kesedaran ibu bapa dan anak-anak yang melihat pendidikan adalah salah satu elemen penting untuk mengubah corak hidup dan taraf hidup mereka pada masa hadapan. Ini dijelaskan sendiri oleh guru yang mengajar di situ, ada pelajar yang tingga berpuluh-puluh batu dari sekolah berusaha untuk belajar di sini sehingga mereka terpaksa bertolak seawal sebelum subuh lagi ke sekolah.

Malah ada pelajar di sekolah ini yang tidak mampu membayar yuran persekolahan juga masih diterima masuk. Ini termasuklah pelajar-pelajar yang ibu bapa mereka telah tiada( yatim piatu), ayah ditangkap, ayah ditembak, ayah hilang dan sebagainya menyebabkan sumber pendapatan keluarga tidak cukup untuk menampung keperluan persekolahan anak-anak. Kesungguhan dan keikhlasan pihak sekolah untuk memberikan pendidikan kepada anak bangsa mereka untuk terus maju dan kedepan amat jelas sekali.

Hasil perbincangan kami dengan Tn Haji Abdul Rahman telah memhasilkan beberapa cadangan untuk turut sama membantu pihak sekolah dalam menyediakan pendidikan kepada saudara muslim kita di pattani. Antaranya:

- Bengkel Pengajaran untuk Para guru dan Pelajar di sekolah tersebut untuk subjek Bahasa Melayu(BM) dan Bahasa Inggeris(BI).
- sumbangan keperluan asas pelajar seperti pakaian sekolah, beg sekolah, alatan belajar dan buku-buku yang boleh dimanfaatkan (bahan yang terpakai juga blh disumbangkan).
- sumbangan kewangan untuk menyediakan dana untuk membina dan meningkatkan kemudahan asas sekolah seperti bilik darjah, perpustakaan, pejabat dan sebagainya.

Bengkel pengajaran
-Kita memerlukan 10 orang (5 lelaki,5 perempuan) sukarelawan untuk mengajar bahasa melayu dan bahasa inggeris kepada para guru-guru dan pelajar di sekolah tersebut. keutamaan diberikan kepada bakal-bakal guru khususnya dalam pengajaran bidang BM dan BI.
-tempoh bengkel 3-4 minggu( masih dalam perbincangan)
-tarikh dalam bulan 3 atau 4 tahun 2010 ( masih dalam perbincangan tarikh spesifik)
-penempatan dan makan minum insyallah akan di sedikan sepanjang benkel
-gaji atau elaun masih dalam perbincgan( tapi kalu boleh yang bersedia untuk terima papa2 gaji atau elaun)
-boleh bagi respon untuk menjadi sukarelawan bengkel ini selewat-lewatnya hujun bulan 11.
-perjumpaan( meting) pertama untuk membincangkan secara detail berkenaan bengkel ini akan diadakan pada bulan 12 ini.

Sesiapa yang berminat untuk menjadi sukarelawan untuk bengkel tersebut atau sumbangan keperluan sekolah boleh hubungi :

Mohd Saiful Afindi Sulaiman ( 0194131472/ saiful_pedang87@yahoo.com.my),
Nur Khalillah Rasyid (0194737645/ kha_lillah@yahoo.com.sg)

Untuk bantun sumbangan kewangan boleh disalurkan atas nama Persatuan Ulama’ Malaysia Cawangan Pulau Pinang, No. Akaun Bank Islam : 7043011013136. Diharapkan Tuan dapat memaklumkan jumlah derma kepada pihak kami untuk tujuan rekod.

Moga Allah merahmati dan memberkati jasa baik kita semua...

Mohd Saiful Afindi Sulaiman,
Timbalan pengerusi (I),
Angkatan Pemuda-pemudi Islam (API),
Persatuan Ulama' Malaysia cawangan Pulau Pinang (PUMPP),
Pulau Pinang.

Friday, November 6, 2009

KEMELUT BOLA? KEMELUT AGAMA?

Lama tak menulis. Tak sempat, nak buka internet pun kekadang tak sempat. Faham aje la, soru perlu dicari.
Besuk Sabtu malam Ahad, bolasepak akhir Kelantan vs NS. Rasanya tak perlulah nak komen. Sebab bagiku bola bukanlah segala - galanya. Dapat pahala ke tak, itu aku tak tahu. Haram atau Halal bukan kerja aku. Siapa nak main, siapa masuk final, bagiku itu hanya hiburan semata - mata. Sebabnya aku tahu, orang tengok bola, ramai tak sembahyang. Ramai buang masa. Rasanya tak ada lagi orang berzikir dalam stadium tengok bola. Biarpun PAS mahupun UMNO, sama sahaja bila dalam stadium. Kalau Kelantan menang bola tak bermakna Islam menang, Kalau NS menag, tak bermakna UMNO menang.
Cuma aku tengok kekadang orang UMNO, PAS dan Keadilan boleh bersatu kerana bola. Nampak gayanya Bolasepak lebih utama dari Quran dan Islam.
Cuma doakan agar tidak terjadi pergaduhan dan perkelahian. Malu je nanti. Cukuplah untuk bola, bukannya tajuk utama.
Kes Dr. Asri, lebih menarik perhatian. Tup - tup, Dr Asri kena tangkap bagi ceramah tak tauliah kat Selangor. Tercengang! Sebab Selangor Negeri Pakatan Rakyat. Tanya MB Selangor, diapun tak tahu apa - apa. Hasan Ali tak tahulah, tapi komen dia, nampak gaya main selamat. Yang lebih - lebihnya Tuk Jib, cepat - cepat pertahankan Dr Asri dan terus salahkan Kerajaan Negeri. Cepat benar Tuk Jib buat keputusan. Nampak sangat gaya politik sekolah rendah. Strategik mudah dibaca.
Sejak bila Tuk Jib tulang belakang mempertahankan ulama'. Tetapi bab Dr Asri ini dia ke depan. Patutnya Tuk Jib bagilah juak - juak bagi komen. Jangan cepat sangat, jalan cerita orang dah tahu.
Aku tak sokong Dr Asri mahupun JAIS. Sebab aku tahu JAIS ini masih boleh digunakan oleh orang tertentu. JAIS bukannya terletak bawah Kerajaan Negeri. Dia bawah Majlis Agama dan Adat Resam Selangor. Jadi pefaham ajelah, bila majlis bawah siapa? Takkan dia nak dengar cakap MB atau Exco Kerajaan Negeri.
Peristiwa ini aku lihat akan muncul peristiwa yang besar lagi. Mungkin ini titik mulanya. Ini bukannya masalah Asri ada tauliah atau tidak. Asri cuma mangsa atau pelakun, itu aku tak tahu.
Aku cukup berpegang kepada kata Tuk Nenek Moyang aku, Kill two birds with one stone.
Yang disalahkan Kerajaan Negeri atau JAIS, yang kena Asri yang mewakili geng Wahabi, tetapi yang menangnya siapa? Jadi fikirlah dengan pedoman mata hati.
Dalam UMNO ada Wahabi yang sama dengan Dr Asri. Sampai ada yang jadi MB, ada yang jadi Menteri. Tetapi puak ini sangka dia menang, sangka dapat memperkembangkan pemikiran Wahabi, sebenarnya ia sedang dimainkan. Dah pasti musuh geng Wahhabi, geng yang baca Yassin, geng yang baca Qunut, baca Talkin, sebab ini keutamaan Wahhabi amalan yang perlu dihapuskan.
Pertelingkahan ini bukannya baru, di Malaysia, kalau tak silap sejak awal abad 20 lagi. Tetapi geng Wahhabi terlupa, dia ada musuh yang lebih besar sebenarnya. Yang hairannya kenapa musuh ini beria - ia mempertahankan Dr Asri atas Kebebasan Bersuara. Dan lebih malang lagi umat Islam sendiri hanya nampak Dr Asri dan JAIS sahaja. Tetapi tak nampak yang lain. Yang lebih malang lagi orang yang bergiat dalam politik, yang bercita - cita nak jadi Menteri pun tak faham, hanya tahu nak ambil keuntungan politik sahaja. Lemah sangat kepala otak ahli politik Islam berfikir, dari BN mahupun PR. Itulah bila hati ditutup dengan kelazatan dan kerakusan dunia. Inilah jadinya.
Doaku moga Allah melindungi dan menampakkan kepada mereka yang buta mata hati ini. Mungkin sebab Songkok yang terlalu tinggi atau Ikatan serban yang menjerut kepala.

Thursday, October 29, 2009

KUASA OH KUASA

PAS baru selesai mengadakan Mesyuarat Khas. Keputusan yang terbaik telah dipersetujui.
Timbul pula isu PKR. Bermula dengan perletakkan jawatan Jefrey Kitingan dan Christina Liew di Sabah. Tetiba wujud pula hamba allah bernama Badrul, seorang ADUN Klang keluar dari parti.
MCA pula telah selesai berbalah pemimpin mana yang lebih layak.
UMNO seperti sedia maklum, pelbagai kerenah dalaman yang tak akan dapat diselesaikan sampai bila - bila. Hanya menunggu belah sahaja, biar siapa pun yang pimpin.
Itulah ringkasan senario politik tanah air. Berpolitik tujuan asas mendapatkan kuasa. Bila mengejar kuasa, nescaya manusia akan berbuat apa sahaja. Kuasa mampu membantu menyelesaikan pelbagai masalah dunia. Kuasa adalah jalan untuk ke syurga mahupun ke neraka. Jadi tidak hairanlah, bila mengejar kuasa manusia sanggup berbalah dan berkelahi. Tidak hairan juga sanggup membuat lebih teruk dari berbalah dan berkelahi. Itulah penangan kuasa.
Mungkin itu sebab orang Melayu suka berpolitik. Titik mula kebaikan dan kejahatan.

Tuesday, October 27, 2009

TUK GURU ATAU USTAZ?

Politik bukan mainan daku, tetapi hak aku untuk bebas menulis, melontarkan pandangan pribadi yang entah betul atau tidak.
Hari ini PAS mengadakan EGM, sebab musababnya mungkin ramai yang dah tahu. Masalah UG @ Kerajaan Perpaduan yang tak habis - habis. Sekejap ada Sekejap tiada. Kecoh atau tidak kecoh, kita tak tahu. Berpecah atau tidak, Kita tidak tahu. Kita harapkan PAS lebih matang menyelesaikan masalah dalaman Parti.
Cuma yang kita tahu, perkara ini berlaku bermula selepas pilihan raya Mac 2008. Apabila PR menang dan berjaya merebut beberapa Kerajaan Negeri. Jika di Tahun 2004 dahulu, tak berlaku macam ini, sebab Kelantan kubu kuat PAS pun hampir tergadai. Cuma mampu menang majoriti sahaja.
Kemenangan tahun 2008, tiada siapa boleh menyangkal dan menafikan peranan Anwar yang berjaya menyatukan parti pembangkang dan menarik hati rakyat untuk bersamanya. Slogan Harapan Baru Untuk Malaysia berjaya menarik pengundi bandar yang selama ini dibelenggu dengan pelbagai masalah kemiskinan, kesusahan hidup, kemeranaan sosial, kejatuhan nilai agama dan akhlak. Harapan pengundi agar mendapat peluang yang lebih baik di masa hadapan menggerakkan pen untuk memangkah Pakatan Rakyat. Bukannya sekadar memangkah dan taksub kepada PAS, PKR atau DAP semata - mata. Rakyat Malaysia mengharapkan perubahan. Jika dikaji perubahan yang ketara adalah di bandar di mana rakyat mendapat maklumat yang cukup. Sudahpasti di bandar, ketiga - tiga kaum Melayu, Cina dan India memainkan peranan penting. Di kawasan yang kurang maju pedalaman, Sabah dan Sarawak, PR tidak mendapat tempat di pensil mereka. Di kawasan pedalaman Melayu, nescaya kaum Melayu yang lebih dominan.
UMNO tahu jika dibenarkan sistem 2 parti di Malaysia, peluangnya memerintah akan hancur. Jadi gembar - gembur Kuasa Melayu Hilang digunakan. Maka slogan ini secara tidak langsung menggugat beberapa pimpinan PR terutamanya di dalam PAS sendiri. Untuk lebih menguatkan daya tarikan, Isu ancaman agama digunapakai. Ini tambah menggoncangkan pimpinan dalam PAS sendiri yang sinonim dengan perjuangan agama. Direncahkan lagi dengan tawaran jawatan - jawatan utama di dalam Negeri dan Pusat, jika dapat bergabung. Secara tidak langsung, kempen ini mampu menarik PAS untuk menjenguk dan berbincang samada secara terbuka mahupun sulit.
Dan akhir - akhir ini, digemburkan lagi seolah - olah Anwar ingin mendominasi PAS di bawah telunjuknya. Kaedah keasobiyyahan parti dan menaikkan emosi digunakan.
Sedar tidak sedar ahli PAS di bahagian dan peringkat bawah, makin keliru. Berpecah dua, memilih pemimpin yang mereka sanjung. Itu sebab di dalam Islam kita tidak dibenarkan menyanjung pemimpin secara keterlaluan, tetapi mengikut selagi benar.
2 pihak saling serang menyerang, sehingga lupa isu yang sebenar.
Isu yang sebenar bagi PAS ialah menentang rasuah, nenegakkan Negara Kebajikan, menentang kronisme dan bla - bla lagi. Bukannya berpakat atau berunding dengan UMNO. Formula penggabungan ini pernah dilakukan oleh PAS, tetapi malangnya gagal. Apakah ada jaminan penggabungan kali ke 2 boleh berjaya? Lihatlah realiti sendiri. PAS tidak berjaya tanpa PKR dan DAP, jadi mengapa perlu bersengketa dan menyalahkan pimpinan orang lain. Politik tetap politik, perlu setia kawan kalau nak berjaya. Gabungan PR dah berjaya ke peringkat ini, malangnya ramai pimpinan PAS masih di takuk lama. Tidak tahu berpolitik tetapi hanya tahu mencari glamor dan popular. Jika PAS kata PKR dan DAP tidak bersih, apakah PAS lebih bersih dan suci. Apakah salahnya tunjuk dan bimbing PKR dan DAP ke jalan yang lurus? Atau apakah ramai ahli PAS sendiri yang tidak bergelumang dengan najis tetapi ditutup dengan suratkhabar.
Cara yang terbaik, PAS kena menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa menunding kesalahan kepada orang lain. Tak perlu salahkan Anwar. Sedar atau tidak ramai YB PAS yang dapat menjadi YB adalah hasil idea Anwar. Sudahpasti YB tersebut makan hasil dari keringat dan jasa Anwar secara tidak langsung. Dan tak perlu salahkan DAP. Kerana DAP sememangnya dipelopori oleh Kafir yang tak tahu agama Islam. Mungkin PAS mampu berdakwah dan mendidik PKR dan DAP.
Kembalilah PAS kepada PR dan bekerja untuk rakyat. Jangan terlalu banyak berpolitik sehingga rakyat naik cuak. Isu sebenar ialah Rasuah, penyelewengan dan kerosakkan agama serta moral. Kalau tidak nilai anda sama dengan UMNO, biarpun anda seorang TUK GURU ATAU USTAZ.