1. Bolehkah menggabungkan aqiqah dan kurban?
Ini masalah khilafiyah. Ulama-ulama mazhab al-Syafie membenarkan aqiqah dilakukan bersamaan dengan kurban seperti yang dikatakan oleh al-Imam al-Nawawi. Sedangkan Ulama-ulama mazhab Hambali dan Maliki tidak membolehkan dengan alasan aqiqah tidak sama hukumnya dengan kurban. Hal itu berdasarkan beberapa pendapat di bawah ini:
[1] Mereka melihat aqiqah adalah sebuah penebusan untuk anak yang dilahirkan. Oleh sebab itu seekor binatang yang disembelih untuk aqiqah hanya untuk seorang anak saja.
[2] Menurut Imam Ibn Hazm dlm Al-Muhalla (7/523): “Orang yg melaksanakan aqiqah dgn kambing yang cacat tetap sah aqiqahnya tetapi tidak dalam ibadah kurban.”
[3] Menurut Imam As-Sha’ani dlm subulus salam (4/1428): “Syarat kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang menyamakan pensyaratannya, mereka hanya berdalilkan dengan qiyas.”
Juga berbeda dengan kurban, jumhur ulama berpendapat sebaiknya daging aqiqah dimasak dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain.
Jalan keluar dari khilaf menurut Dr. Abdullah al-Faqih adalah dengan cara mengorbankan 3 kambing. Salah satu darinya berumur paling kurang 6 bulan untuk dijadikan kurban. Sedangkan dua kambing lainnya untuk dijadikan aqiqah bagi anak laki-laki.
2. Bolehkan memberi daging kurban atau akikah kepada non-Muslim?
Dibenarkan untuk memberikan daging kurban atau akikah kepada non-Muslim entah itu mereka tetangga kita, atau dari keluarga kita, bahkan dari kalangan orang miskin. Syaratnya adalah mereka tidak sedang berperang menentang orang Islam.
Tetapi ada juga ustadz yang menjawab seperti di bawah ini kalau ditanyakan boleh tidak daging akikah dimakan oleh non-Muslim:
Katanya tidak boleh menurut syarak. Pergi ke pasar kembali, dan beli daging untuk untuk menggantikan daging akikah yang telah dimakan oleh non-Muslim tersebut. Kemudian bagikanlah daging itu kepada fakir miskin. Alasannya adalah akikah itu adalah jamuan Allah kepada kita dan tidak boleh diberikan kepada yang mensyirikkan Allah.
Kalau saya lebih suka dengan pendapat yang membolehkan dibagi kepada non-Muslim.
3. Bolehkah memberikan daging kurban sebagai bayaran kepada penyembelih kurban?
Ada disebagian tempat penyembelihan kurban, si penyembelih dan yang memotong-motong daging secara otomatis menyisihkan sebagian daging yang mereka potong tanpa keizinan dari yang siempunya daging. Mereka menganggap itu sudah menjadi upah mereka. Karena ini sudah menjadi kebiasaan, si pemilik daging dengan terpaksa menyisihkan sebagian daging kurbannya kepada si penyembelih kurban. Bolehkah hal ini dilakukan:
Jawabannya adalah tidak boleh. Tidak dibenarkan membayar orang yang menyembelih dan memotong-motong daging tersebut dengan menggunakan daging kurban. Ulama berpendapat bahwa memberikan daging kurban sebagai upah akan merusakkan ibadah kurban tersebut. Oleh karena itu upah hendaklah dibayar dari hartanya yang lain seperti uangnya sendiri.
Sebaliknya pernah terjadi suatu kejadian pada saat memotong daging kurban di sebuah kota di Malaysia. Kebetulan yang menjadi pemilik daging kurban adalah orang-orang Arab (mungkin pelajar). Mereka mengerti bahwa tidak boleh memberi upah dengan daging kurban. Yang tidak eloknya adalah, setelah mendapatkan daging kurban yang telah dipotong-potong itu, mereka langsung meninggalkan si penyembelih dan si pemotong yang melongo karena tidak diberikan upah sedikitpun. Patutkah sikap dipemilik daging yang langsung cabut tersebut?
Tidak patut sama sekali, karena dibolehkan untuk memberi sedekah kepada penyembelih asalkan bukan diniatkan sebagai upah. Tapi harus diyakinkan terlebih dahulu, penyembelih itu dari kalangan yang memang berhak mendapat sedekah. Kalau mereka tidak layak menerima sedekah, maka kita bagikan daging kurban itu kepada mereka sebagai hadiah.
4. Bagaimana pembagian daging aqiqah?
Aqiqah disunatkan dengan kambing bagi setiap anak. Lebih baik lagi dua kambing bagi anak laki-laki jika mampu. Mazhab Syafie, Hanafi dan Hanbali setuju dengan pendapat yang membolehkan aqiqah dengan unta, lembu dan kambing. Pandangan itu juga turut disetujui oleh dua pandangan dari mazhab Maliki.
Walaupun mereka dengan jenis binatang yang boleh dikurbankan, mereka berbeda pendapat mengenai pembagian aqiqah tersebut:
[1] Mazhab Syafie: pembagian aqiqah sama dengan pembagian qurban yaitu 1 kambing, 1/7 unta atau 1/7 lembu.
[2] Mazhab Maliki dan Hanbali: daging aqiqah adalah seluruh satu lembu atau seluruh satu unta.
5. Daging kurban diberikan kepada siapa saja?
Perbedaan pandangan tentang hokum daging kurban sebagai berikut :
[1] Mazhab Hanafi memandang sunah daging hewan kurban itu dibagi tiga: sepertiga sunah dimakan oleh pemiliknya; sepertiga dihadiahkan untuk teman-teman akrab, sekalipun mereka orang kaya; sepertiga lagi disedekahkan kepada orang miskin. Pendapatnya ini didasarkan kepada firman Allah swt : “Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.” (QS.22: 36). Dan hadis Nabi saw yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw membagi kurbannya atas tiga bagian: sepertiga untuk keluargana, sepertiga untuk tetangganya yang miskin, dan sepertiga untuk peminta-minta (HR. Hafiz Abu Musa al-Isfahani).
[2] Mazhab Hanbali, memandang sunah daging hewan kurban itu dibagi tiga: sepertiga sunah dimakan oleh pemiliknya; sepertiga dihadiahkan untuk teman-teman akrab, sekalipun mereka orang kaya; sepertiga lagi disedekahkan kepada orang miskin (sependapat dengan Mazhab Hanafi). Tetapi mereka memandang wajib bagi pemilik hewan kurban memakan sepertiga dari daging kurbannya, karena perintah yang terkandung dalam ayat di atas mengandung pengertian wajib. Kendati demikian, ulama Mazhab Hanbali membolehkan pemilik kurban memakan daging kurban lebih banyak dari itu.
[3] Mazhab Maliki berpendapat bahwa daging kurban tidak perlu dibagi-bagi. Hadis-hadis yang menerangkan adanya pembagian itu semuanya bersifat mutlak, yang memerlukan perincian. Menurut mereka, Rasulullah saw sendiri tidak melarang memakan dan menyimpan daging kurban, tanpa memberikan kepada orang lain, seperti dalam sabdanya : “Saya melarang kamu menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, karena kepentingan sekelompok orang badui. Kemudian Allah memberikan kelapangan, maka simpanlah olehmu apa yang ada padamu” (HR. Muslim).
Suatu waktu Nabi Muhammad SAW melarang kaum muslimin menyimpan daging kurban kecuali dalam batas tertentu, sekedar bekal untuk tiga hari. Akan tetapi, beberapa tahun kemudian peraturan yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad itu dilanggar oleh para sahabat. Permasalahan itu disampaikan kepada Nabi Muhammad. Beliau membenarkan tindakan para sahabat itu sambil menerangkan bahwa larangan menyimpan daging kurban adalah didasarkan atas kepentingan Al Daffah (tamu yang terdiri dari orang-orang miskin yang datang dari perkampungan sekitar Madinah). Setelah itu, Nabi Muhammad bersabda, “Sekarang simpanlah daging-daging kurban itu, karena tidak ada lagi tamu yang membutuhkannya”.
Dari kasus tersebut terlihat, adanya larangan menyimpan daging kurban diharapkan tujuan syariat dapat dicapai, yakni melapangkan kaum miskin yang datang dari dusun-dusun di pinggiran Madinah. Setelah alasan pelarangan tersebut tidak ada lagi, maka larangan itu pun dihapuskan oleh Nabi SAW.
[4] Mazhab Syafi’i, hukumnya wajib untuk disedekahkan kepada fakir miskin sebagian dari daging kurban sekalipun jumlahnya sedikit, sementara selebihnya diberikan kepada handai taulan, baik kaya maupun miskin, dan pemiliknya sendiri sunah memakannya sekedar sesuap. Dasarnya merujuk kepada firman Allah swt : “Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta” (QS.22: 36). “Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir” (QS.22: 28). Dan berdasarkan hadis yang mengatakan bahwa, “Rasulullah saw biasa memakan hati binatang kurbannya” (HR.al-Baihaki).
6. Bolehkah sejumlah pelajar yang tidak mampu berkurban bersama-sama?
Mazhab Hambali dan Syafi’i membenarkan seseorang berkurban seekor kambing untuk dirinya dan untuk keluarganya. Hal itu karena Rasulullah SAW memang pernah menyembelih seekor kambing qurban untuk dirinya dan untuk ahli baitnya.
Hal senada juga disepakati oleh Imam Malik, bahkan beliau membolehkan bila anggota keluarganya itu lebih dari 7 orang. Namun syaratnya adalah:
[1] pesertanya adalah keluarga,
[2] diberi nafkah olehnya dan
[3] tinggal bersamanya.
Sedangkan bila patungan terdiri dari 50 anak di dalam kelas untuk membeli seekor kambing, tentu saja tidak bisa dikatakan sebagai hewan qurban. Karena tidak memenuhi ketentuan yang telah ada.
Kesimpulan:
[1] Seekor hewan kurban (unta, lembu atau kambing) boleh dikubarkan bagi pihaknya dan keluarganya .
[2] 1/7 bagian kurban boleh dijadikan kurban oleh seseorang bersama-sama dengan anggota keluarganya.
[3] Tetapi kurban bersama-sama yang bukan anggota keluarga tidak ditemukan fatwanya.
7. Mana didahulukan kurban atau aqiqah
Untuk persoalan yang mana lebih didahulukan antara aqiqah dan korban, maka jawabannya adalah seperti berikut :
Hukum melaksanakan ibadah aqiqah adalah sunat Muakkad bagi setiap keluarga yang dikurniakan cahaya mata oleh Allah swt sebagai tanda kesyukuran. Ini dapat digambarkan dengan hadis-hadis Rasulullah saw yang mensyariatkan ibadah tersebut seperti :
Bersama bayi yang lahir itu aqiqah, maka oleh karena itu mengalirkanlah darah (sembelihan) untuknya, dan jauhkan baginya segala kesakitan (godaan syaitan) ( Riwayat Al-Bukhari)
Setiap anak perlu dipajakkan (terhutang) dengan aqiqah, disembelih untuknya pada hari ketujuh umurnya, dan diberi nama dan dicukur rambut kepalanya” ( Riwayat Ashabus Sunan )
Maka, jika dilihat kepada 2 hadis di atas, jelas kepada kita semua betapa dituntutnya dalam Islam untuk dilaksanakan ibadah aqiqah. Berbeda dengan ibadah kurban yang disyaratkan akan kemampuan untuk melaksanakannya, seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra :
Barang siapa yang mempunyai kemampuan (untuk berkurban) , tetapi tidak mahu berkurban , maka janganlah ia mendekati tempat solatku” (HR Ahmad : 8256 , Ibn Majah : 3123 , al-hakim : 4/231)
Hadis di atas jelas meletakkan kemampuan sebagai syarat bagi seseorang yang ingin melaksanakan ibadah kurban.
Berdasarkan kepada hujah dan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa melakukan atau mendahulukan ibadah aqiqah adalah yang dituntut dalam Islam.
8. Apa hukumnya memotong rambut atau kuku bagi orang yang berniat untuk berkurban?
Makruh hukumnya menurut jumhur (kecuali Hanafi) . Menurut madzhab Hambali larangan Rasulullah saw untuk memotong kuku dan rambut pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah bukan berarti hal itu haram dilakukan; tetapi hanya bersifat makruh. Sebenarnya hal itu dilakukan untuk menirukan mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah. Karena itu jika kemudian ada yang memotong kuku dan rambutnya, apalagi karena tidak tahu; maka ia tidak perlu membayar tebusan atau fidyah. Yang perlu ia lakukan adalah beristigfar kepada Allah Swt. Bahkan para ulama menyatakan bahwa al-karahah tazulu bi adna al-hajah . Artinya, ketentuan makruh tersebut bisa lenyap karena adanya kebutuhan minimal. Misalnya jika seseorang merasa risih dan tidak enak kuku dan rambutnya panjang, maka boleh saja ia memotong kuku dan rambutnya tersebut. Demikian ketentuan bagi yang hendak menyembelih hewan kurban.
BLOG INI TIDAK MEMIHAK KEPADA MANA - MANA PARTI POLITIK DAN IDEOLOGI SAMADA DEMOKRASI, SOSIALIS, FASIS, KAPITALIS, FEUDALISM SERTA KOMUNISM BLOG INI MEMPERJUANGKAN ISLAM SEBAGAI PEGANGAN HIDUP. BLOG INI BERHAK MENGKRITIK DAN MENGULAS ISU - ISU DAN MENCIPLAK DARI MANA - MANA PENULIS. SESIAPA YANG TERSINGGUNG DAN BERKECIL HATI, BACALAH DENGAN FIKIRAN TERBUKA.
Sunday, November 15, 2009
Friday, November 13, 2009
TUAN GURU TAK JADI KE MEKAH?
Serangan UMNO makin hebat, habis dibongkarnya satu persatu. Kekadang fikir mungkin ada baiknya, Sistem Politik Demokrasi Dua Parti, setiap satu cuba menunjukkan lebih baik. Mungkin ada berita fitnah, mungkin ada betul? Jadi rakyatlah kena pandai menilai sendiri. Apakah rakyat Malaysia sudah bersedia ke arah itu.
Mangsanya TGNA sendiri, sehingga nak ke Mekah tahun ini menunaikan haji pun terpaksa dibatalkan. Dengar cerita ada tajaan ahli perniagaan. Betul atau salah, rakyat yang kena buat nilaian sendiri.
Pendapat dan keyakinan ku jelas TGNA takkan ambil rasuah atau tajaan. Sebenarnya ianya lebih kepada pemberian orang yang dikenali. Dengar khabarnya pemberian insan berniaga bernama Din. Din ini juga dah jadi macam anak angkat kepada TGNA. Itulah serba sedikit maklumat yang diketahui. Setakat mana kebenaran dan kesahihannya hanya Allah yang Maha Mengetahui.
TGNA orang berilmu dan warak, dia tahu membezakan antara baik buruk. Cuma isu ini diperbesar - besarkan. Kebetulan pula anak angkatnya itu ahli perniagaan, itu yang mendatangkan sedikit unsur fitnah. Dan dengar khabarnya Din juga rapat dengan Menantu. Ditambah pula menantunya berjawatan CEO di salah sebuah Perbadanan Milik Kerajaan Negeri. Mungkin ini juga akan menjadi isu besar satu hari nanti.
TGNA sendiri pun dah buat kenyataan, batal ke Mekah. Rasanya itulah kenyataan yang menggembirakan aku. TGNA bersikap mengalah dan meredakan sedikit ketegangan. Itu cara yang terbaik. Biarpun TGNA seorang Tuk Guru, tetapi kita kena ingat ia seorang Menteri Besar yang mempunyai kuasa. Setiap pemberian, hanya Allah yang mengetahui ikhlas atau pun tidak. Tetapi bagi manusia biasa, pemberian kebiasaannya ada niat yang sebaliknya.
Tidak layak kita membandingkan pemberian (hadiah) kepada Rasulullah, kerana Rasulullah tidak memberikan projek atau kepentingan dunia kepada sahabat.
Dan tidak layak juga kita membangkitkan apa yang pemimpin UMNO buat. Semua orang dah tahu rasuah, tajaan, hadiah adalah mainan mereka. Tak akan kita nak jadi macam mereka.
Menyembunyikan kesalahan adalah strategik politik, tetapi tidak suruhan agama. Jika diberi pilihan, ikut parti atau pemimpin mahupun agama, nescaya pilihan ku Islam Agamaku.
Insya'allah, TGNA akan dapat ke Mekah tahun depan tanpa tajaan atau pemberian sesiapa pun.
Dan dalam tempoh terdekat TGNA kena tengok - tengok sedikit menantu CEO itu. Nanti akan timbul unsur fitnah dan persepsi lain pulak.
Dan aku berdoa agar ada insan kaya yang sudi nak menaja ke Mekah menunaikan haji. Siang malam berusaha masih belum cukup untuk ke Mekah. Malangnya aku bukan seorang Tuk Guru.
Mangsanya TGNA sendiri, sehingga nak ke Mekah tahun ini menunaikan haji pun terpaksa dibatalkan. Dengar cerita ada tajaan ahli perniagaan. Betul atau salah, rakyat yang kena buat nilaian sendiri.
Pendapat dan keyakinan ku jelas TGNA takkan ambil rasuah atau tajaan. Sebenarnya ianya lebih kepada pemberian orang yang dikenali. Dengar khabarnya pemberian insan berniaga bernama Din. Din ini juga dah jadi macam anak angkat kepada TGNA. Itulah serba sedikit maklumat yang diketahui. Setakat mana kebenaran dan kesahihannya hanya Allah yang Maha Mengetahui.
TGNA orang berilmu dan warak, dia tahu membezakan antara baik buruk. Cuma isu ini diperbesar - besarkan. Kebetulan pula anak angkatnya itu ahli perniagaan, itu yang mendatangkan sedikit unsur fitnah. Dan dengar khabarnya Din juga rapat dengan Menantu. Ditambah pula menantunya berjawatan CEO di salah sebuah Perbadanan Milik Kerajaan Negeri. Mungkin ini juga akan menjadi isu besar satu hari nanti.
TGNA sendiri pun dah buat kenyataan, batal ke Mekah. Rasanya itulah kenyataan yang menggembirakan aku. TGNA bersikap mengalah dan meredakan sedikit ketegangan. Itu cara yang terbaik. Biarpun TGNA seorang Tuk Guru, tetapi kita kena ingat ia seorang Menteri Besar yang mempunyai kuasa. Setiap pemberian, hanya Allah yang mengetahui ikhlas atau pun tidak. Tetapi bagi manusia biasa, pemberian kebiasaannya ada niat yang sebaliknya.
Tidak layak kita membandingkan pemberian (hadiah) kepada Rasulullah, kerana Rasulullah tidak memberikan projek atau kepentingan dunia kepada sahabat.
Dan tidak layak juga kita membangkitkan apa yang pemimpin UMNO buat. Semua orang dah tahu rasuah, tajaan, hadiah adalah mainan mereka. Tak akan kita nak jadi macam mereka.
Menyembunyikan kesalahan adalah strategik politik, tetapi tidak suruhan agama. Jika diberi pilihan, ikut parti atau pemimpin mahupun agama, nescaya pilihan ku Islam Agamaku.
Insya'allah, TGNA akan dapat ke Mekah tahun depan tanpa tajaan atau pemberian sesiapa pun.
Dan dalam tempoh terdekat TGNA kena tengok - tengok sedikit menantu CEO itu. Nanti akan timbul unsur fitnah dan persepsi lain pulak.
Dan aku berdoa agar ada insan kaya yang sudi nak menaja ke Mekah menunaikan haji. Siang malam berusaha masih belum cukup untuk ke Mekah. Malangnya aku bukan seorang Tuk Guru.
Wednesday, November 11, 2009
Armada Kapal Perang Islam silam


Armada Laut di Era Kejayaan Islam
"Goke", Salah satu kapal perang Dinasti Ustmani
"Goke", Salah satu kapal perang Dinasti Ustmani
Ilmu astronomi berkembang seiring dengan kebutuhan penjelajahan kaum Muslim ke berbagai belahan dunia. Pasalnya, astronomi bermanfaat untuk navigasi dalam upaya menjangkau negerinegeri yang jauh dari wilayah kekuasaan Islam. Dengan demikian, astronomi membantu mengembangkan misi dakwah Islam, juga memperkuat perkembangan ilmu pengetahuan umat. Dalam proses menggapai dua misi itu, tak jarang umat Islam harus berhadapan dengan pasukan musuh yang menghadang.
Maka dibutuhkan pasukan perang yang kuat dengan bekal pengetahuan perbintangan yang mumpuni. Dalam satu dekade sejak penaklukan Mesir, umat Islam berhadapan dengan Byzantium (Kekaisaran Romawi). Dalam persaingan itu, umat Islam berhasil menguasai Laut Tengah bagian timur, yakni Cyprus sekitar tahun 30 H (649 M), dan Rhodes pada tahun 52 H (672 M).
Pada saat itu, Kekaisaran Romawi memiliki armada angkatan laut yang hebat dan kuat di Laut Tengah. Mereka menjadi salah satu kekuatan militer terkuat di dunia pada zamannya. Maka, umat Muslim berpikir bagaimana cara melawan angkatan laut yang tak terkalahkan itu. Sejak saat itulah dibentuk armada angkatan laut Muslim. Di sini navigasi diperlukan untuk menuntun arah hingga ke tempat-tempat yang mereka tuju.
Kaum Muslim berkeyakinan, makin teliti seorang navigator dalam menentukan posisinya di tengah laut, berdasarkan peredaran matahari, bulan, atau bintang, makin tinggi pula akurasi perhitungan waktu dan tempat yang dituju. Dengan demikian, persiapan logistik selama perjalanan pun dapat dilakukan secara lebih matang.
Ada kaidah berbunyi Ma laa yatimmul waajib illaa bihi, fahuwa wajib (apa yang mutlak diperlukan untuk menyempurnakan sesuatu kewajiban, hukumnya wajib pula). Kaidah ini menjadi pedoman bagi kaum Muslimin dalam menyiapkan peperangan melawan Kaisar Romawi ketika itu.
Mereka mulai mempelajari teknik perkapalan, navigasi dengan astronomi maupun kompas, dan mesiu. “Bangsa Arab sangat cepat menanggapi kebutuhan akan angkatan laut yang kuat untuk mempertahankan dan mempersatukan daerah kekuasaannya,” jelas Ahmad Y. Al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya Islamic Technology: An Illustrated History.
Selama era kekuasaan Bani Ummayah, Khalifah Mu’awiyah (602M-680M) berusaha memulihkan kembali kesatuan wilayah Islam. Setelah berhasil mengamankan situasi dalam negeri, Mu’awiyah segera mengerahkan pasukan untuk perluasan wilayah kekuasaan.
figure 35Penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) merupakan peristiwa penting dan bersejarah selama masa kekuasaannya. Gubernur Mesir kala itu, Amr Ibnu Ash, merasa terganggu oleh kekuasaan Romawi di Afrika Utara. Karenanya, Amr Ibnu Ash mengerahkan pasukan di bawah pimpinan Jenderal Uqbah untuk menaklukkan wilayah Afrika Utara itu.
Pasukan Uqbah akhirnya berhasil menguasai Kairowan hingga ke bagian selatan wilayah Tunisia. Khalifah Mu’awiyah kemudian membangun benteng untuk melindungi kota Kairowan dari serangan pasukan Berber dan menjadikan kota Kairowan sebagai ibukota propinsi Afrika Utara.
Mu’awiyah tercatat sebagai pendiri armada angkatan laut Islam. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Syria, ketika kekhalifahan Islam dipimpin oleh khalifah rasyidah ketiga, Ustman bin Affan. Selama itu pula Mu’awiyah telah memiliki lima puluh armada laut yang tangguh. Pasukan laut ini akhirnya berhasil menaklukkan Cyprus (649 M), Rhodes (672 M), dan kepulauan lainnya di sekitar Asia Kecil.
Dengan penaklukan Afrika Utara (647 M- 709 M) dan Spanyol (705-715 M), kirakira 40 tahun kemudian, armada angkatan laut Islam di seluruh Laut Tengah menjelma sebagai yang terkuat dan tak terkalahkan hingga dua abad berikutnya. Pasukan ekspedisi dari Afrika Utara menduduki Sisilia pada tahun 211 H (837 M). Angkatan laut tersebut hingga masuk ke wilayah pantai Italia dan Prancis Selatan.
Armada laut Turki Ustmani
Berselang beberapa abad kemudian, Kesultanan Ustmani (Ottoman) juga mampu mengalahkan kekuatan Kaisar Romawi. Mereka berhasil menundukkan Konstantinopel (ibu kota Kekaisaran Byzantium) pada tahun 1453. Sejak itu, pemerintahan Ustmani mulai mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran.
Bahkan, Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Dia juga mengangkat komandan angkatan laut, Hamza Pasha, untuk membangun industri dan gudang persenjataan laut.
Kesultanan Ustmani juga membuat sebuah kapal di Gallipoli Maritime Arsenal. Dengan komando Gedik Ahmed Pasha (tahun 1480 M), Kesultanan Ustmani memperkokoh basis kekuatan lautnya di Istanbul. Maka tak heran, jika marinir Turki mendominasi Laut Hitam dan menguasai Otranto.
Pada era kekuasaan Sultan Salim I (1512 M-1520 M), Kesultanan Turki Ustmani memodifikasi pusat persenjataan maritim di Istanbul. Salim I berambisi menciptakan negara yang kuat, tangguh di darat dan laut. Ia bertekad memiliki angkatan laut yang besar dan kuat untuk menguasai lautan.
Pembangunan dan perluasan pusat persenjataan maritim pun dilakukan dari Galata sampai ke Sungai Kagithane di bawah pengawasan Laksamana Cafer. Pembangunan dan perluasan ini rampung pada tahun 1515 M. Proyek besar ini menyedot dana hingga sekitar 50 ribu koin.
Selain mengembangkan pusat persenjataan Maritim Istanbul, Sultan Salim I juga memerintahkan membuat beberapa kapal laut berukuran besar. Selang beberapa tahun kemudian, sebanyak 150 unit kapal selesai dibuat. Dengan kekuatan yang dahsyat itu, Sultan Salim I pernah mengatakan, “Jika Scorpions (pasukan Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di Pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami.”
Dengan memiliki armada kapal laut terbesar di dunia pada abad ke-16 M, Turki Ustmani telah menguasai Laut Mediterania, Laut Hitam, dan Samudera Hindia. Tak heran, bila kemudian Turki Ustmani kerap disebut sebagai kerajaan yang bermarkas di atas kapal laut. Ambisi Sultan Salim I menguasai Lautan akhirnya tercapai.
Bahkan, sekembalinya Sultan Salim I dari Mesir, ia berpikir kembali akan pentingnya membangun kekuatan di lautan yang lebih kuat. Sebelumnya, kekuasaan Ustmani Turki telah menguasai pelabuhan penting di Timur Mediterania, seperti Syiria dan Mesir. Gagasan Sultan Salim I ini terus dikembangkan oleh sultan-sultan berikutnya. Berkat kehebatannya, Turki Ustmani sempat menjadi adikuasa yang disegani bangsa-bangsa di dunia, baik di darat maupun di laut.
Sumber :
Harian Republika
MuslimHeritage.com
Tuesday, November 10, 2009
PULANGNYA SEORANG TEMAN
Pagi hari ini, tiba - tiba sms berbunyi. 'Tuk Ayah sudah tiada'. Apabila dipanggil semula memang sahlah sms itu benar. Tuk Ayah panggilan untuk seorang teman, berasal dari Luit, Maran, bermastautin di Kuala Terengganu, jam 2 pagi 10/11/2009, pulang menghadap penciptanya.
Biarpun aku sendiri tidak pernah tahu nama sebenarnya tetapi dia selalu menjadi pendengar setia semasa aku dan teman bercerita politik. Dan dari gerak lakunya, pemahaman politiknya bertentang arus dengan pihak kami. Biarpun begitu, adakalanya ada juga yang dipersetujui bersama di dalam perkara. Beliau bukannya orang terkenal dan ternama. Mungkin pemahamannya lebih kepada Utusan Malaysia, itulah fikrah yang dianuti oleh jutaan umat Melayu. Sudah pasti parti dokongannya Melayu Bersatu yang dianggap mati - matian sebagai pejuang Melayu dan pembela Islam.Dan beliau tidak pandai mencari alternatif bacaan lain. Tidak sesekali kami menyalahkan beliau kerana itulah acuan yang ditanam 50 tahun oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Dan beliau sendiri aku lihat sentiasa terhegeh - hegeh menggunakan telefon bimbitnya, sudahpasti beliau tidak memahami teknologi.
Bagi kami beliau adalah mangsa kemunduran pemikiran yang ditanam oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Begitu besarnya sumbangan Melayu Bersatu dalam memundurkan pemikiran rakyat. Dan lebih malang lagi majoritinya adalah orang Melayu sendiri.
Al Fatihah untuk beliau.
Biarpun aku sendiri tidak pernah tahu nama sebenarnya tetapi dia selalu menjadi pendengar setia semasa aku dan teman bercerita politik. Dan dari gerak lakunya, pemahaman politiknya bertentang arus dengan pihak kami. Biarpun begitu, adakalanya ada juga yang dipersetujui bersama di dalam perkara. Beliau bukannya orang terkenal dan ternama. Mungkin pemahamannya lebih kepada Utusan Malaysia, itulah fikrah yang dianuti oleh jutaan umat Melayu. Sudah pasti parti dokongannya Melayu Bersatu yang dianggap mati - matian sebagai pejuang Melayu dan pembela Islam.Dan beliau tidak pandai mencari alternatif bacaan lain. Tidak sesekali kami menyalahkan beliau kerana itulah acuan yang ditanam 50 tahun oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Dan beliau sendiri aku lihat sentiasa terhegeh - hegeh menggunakan telefon bimbitnya, sudahpasti beliau tidak memahami teknologi.
Bagi kami beliau adalah mangsa kemunduran pemikiran yang ditanam oleh Kumpulan Melayu Bersatu. Begitu besarnya sumbangan Melayu Bersatu dalam memundurkan pemikiran rakyat. Dan lebih malang lagi majoritinya adalah orang Melayu sendiri.
Al Fatihah untuk beliau.
Monday, November 9, 2009
Al-Ghuraba': Tersisih dan Terasing Kerana Mengamalkan Islam Yang Tulen
________________________________________________________________________
Al-Ghuraba': Tersisih dan Terasing Kerana Mengamalkan Islam Yang Tulen
http://an-nawawi.blogspot.com
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Maksud: Berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam: “Islam itu bermula dalam keadaan asing (ghareeb) dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu (ghuraba’).” (Hadis Riwayat Muslim, Shohih Muslim, Kitabul Iman, 1/350, no. 208 (Dari Abu Hurairah). Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, Kitabul Fitan, 11/485, no. 3976 (Dari Abu Harairah). Hadis Riwayat Ahmad, Musnad Ahmad, 34/25, no. 16094 (Dari 'Abdurrahman B. Sannah))
Asingnya mereka yang mengamalkan Islam yang benar dapat dilihat dengan jelas disebabkan beberapa fenomena berikut:
1 – Banyaknya ritual-ritual agama (bentuk-bentuk ibadah) gaya baru yang disandarkan kepada Islam dan dilabelkan sebagai sebahagian daripada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dengannya, ia telah menutupi bentuk-bentuk agama dan cara beribadah yang sebenar berpandukan al-Qur'an dan as-Sunnah yang difahami sebagaimana generasi awal Umat Islam (para sahabat) mengamalkannya.
2 – Pelbagai jenis ritual ibadah bentuk baru itulah yang dinamakan sebagai bid'ah sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:
وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Terjemahan: Jauhilah olehmu perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) kerana sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) itu adalah sesat. (Hadis Riwayat Ibni Majah, Sunan Ibni Majah, 1/49, no. 42. Tahqiq al-Albani: Sahih, no. 42. Hadis Dari 'Irbadh B. Sariyah)
Bid'ah-bid'ah inilah yang menjauhkan manusia dari mengamalkan agama yang sebenarnya. Lalu mereka yang mengamalkan agama yang tulen dipandang serong dan seakan-akan menjadi asing (pelik).
3 – Disebabkan masing-masing mahu menjuarai dalam agama, maka perpecahan pun berlaku dengan berleluasa. Masing-masing kelompok membina agama berdasarkan aliran pemikiran dan hawa nafsu masing-masing. Mereka meninggalkan petunjuk dan garis panduan sebenar di dalam memahami agama yang telah sedia diwariskan dari generasi para salafus Sholeh (generasi awal umat Islam yang soleh). Mereka tidak mempedulikan firman Allah Subahanhu wa Ta'ala supaya mengikuti dengan baik jejak-jejak yang dirintis oleh para Salafus Sholeh (pendahulu terbaik dari umat ini):
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemahan: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Surah at-Taubah, 9: 100)
4 – Kebodohan (kejahilan) yang begitu marak dan leluasa melanda sebahagian besar umat Islam. Ilmu berkenaan aqidah dan dasar-dasar 'ubudiyyah kering dari mengalir di dalam jiwa dan sanubari mereka. Lebih malang lagi, mereka meninggalkan usaha untuk memahaminya dan terus hanyut disibukkan dengan urusan selainnya yang semakin menjauhkan mereka dari kebenaran.
5 – Berpalingnya manusia dari agama dengan memahami agama itu dengan keinginan hawa nafsu masing-masing.
6 – Taklid buta di dalam soal beragama menjadi suatu kebiasaan. Mereka selesa untuk beragama dengan agama yang mereka perolehi dari apa yang datuk nenek mereka amal dan wariskan walau pun apa yang datang dari datuk nenek mereka itu adalah suatu kebatilan. Kesalahan dari datuk nenek mereka terus diperturunkan dari suatu generasi ke generasi seterusnya disebabkan kejahilan mereka yang meninggalkan sikap ilmiyah dan kritis dalam memahami sumber-sumber agama yang benar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi peringatan:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
Terjemahan: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (Surah al-Baqarah, 2: 170)
7 – Taklid buta dengan apa keluar dari mulut-mulut manusia yang digelarkan sebagai Ustaz mahu pun ulama menjadi suatu perkara yang biasa. Mereka merasa puas dan cukup dengan perkataan ustaz dan ulama. Lalu mereka mengabaikan perkataan yang lebih agung iaitu dari Kalam Allah dan perkataan Rasul-Nya. Ia menjadi lebih parah apabila perasaan taksub dan fanatik menguasai hati-hati mereka dengan tidak mahu mengakui setiap manusia itu mungkin berbuat salah dan tidak maksum.
Imam asy-Syafi'e rahimahullah berpesan:
إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت
Terjemahan: Apabila kamu menemui sesuatu di dalam kitabku yang berlainan dengan hadis Rasulullah, peganglah hadis Rasulullah itu dan tinggalkanlah pendapatku itu. (Rujuk: Imam an-Nawawi, al-Majmu' Syarah al-Muhazzab, 1/63)
Begitulah serba sedikit berkenaan beberapa fenomena yang menjadikan golongan yang mengamalkan Islam yang tulen lagi sahih tersisih dan terasing. Mereka yang berada di atas kebenaran itu dipandang asing lagi pelik. Lebih parah, mereka bukan sahaja diasingkan, malah turut ditohmah dengan pelbagai bentuk fitnah dan kedustaan. Mereka dilabel sebagai sesat dan menyimpang.
Walhal, itu adalah disebabkan kejahilan golongan yang melabel itu sendiri lantaran jauhnya mereka dari ilmu dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Jika mereka mahu meluangkan masa-masa mereka untuk menela'ah, nescaya mereka akan menemui semua itu sebenarnya bersumberkan kepada sandaran yang jelas dari Kalamullah dan as-Sunnah yang terang benderang...
Al-Ghuraba': Tersisih dan Terasing Kerana Mengamalkan Islam Yang Tulen
http://an-nawawi.blogspot.com
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Maksud: Berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam: “Islam itu bermula dalam keadaan asing (ghareeb) dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu (ghuraba’).” (Hadis Riwayat Muslim, Shohih Muslim, Kitabul Iman, 1/350, no. 208 (Dari Abu Hurairah). Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, Kitabul Fitan, 11/485, no. 3976 (Dari Abu Harairah). Hadis Riwayat Ahmad, Musnad Ahmad, 34/25, no. 16094 (Dari 'Abdurrahman B. Sannah))
Asingnya mereka yang mengamalkan Islam yang benar dapat dilihat dengan jelas disebabkan beberapa fenomena berikut:
1 – Banyaknya ritual-ritual agama (bentuk-bentuk ibadah) gaya baru yang disandarkan kepada Islam dan dilabelkan sebagai sebahagian daripada sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dengannya, ia telah menutupi bentuk-bentuk agama dan cara beribadah yang sebenar berpandukan al-Qur'an dan as-Sunnah yang difahami sebagaimana generasi awal Umat Islam (para sahabat) mengamalkannya.
2 – Pelbagai jenis ritual ibadah bentuk baru itulah yang dinamakan sebagai bid'ah sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam:
وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
Terjemahan: Jauhilah olehmu perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) kerana sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan (dalam beragama) itu adalah sesat. (Hadis Riwayat Ibni Majah, Sunan Ibni Majah, 1/49, no. 42. Tahqiq al-Albani: Sahih, no. 42. Hadis Dari 'Irbadh B. Sariyah)
Bid'ah-bid'ah inilah yang menjauhkan manusia dari mengamalkan agama yang sebenarnya. Lalu mereka yang mengamalkan agama yang tulen dipandang serong dan seakan-akan menjadi asing (pelik).
3 – Disebabkan masing-masing mahu menjuarai dalam agama, maka perpecahan pun berlaku dengan berleluasa. Masing-masing kelompok membina agama berdasarkan aliran pemikiran dan hawa nafsu masing-masing. Mereka meninggalkan petunjuk dan garis panduan sebenar di dalam memahami agama yang telah sedia diwariskan dari generasi para salafus Sholeh (generasi awal umat Islam yang soleh). Mereka tidak mempedulikan firman Allah Subahanhu wa Ta'ala supaya mengikuti dengan baik jejak-jejak yang dirintis oleh para Salafus Sholeh (pendahulu terbaik dari umat ini):
وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemahan: Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (Surah at-Taubah, 9: 100)
4 – Kebodohan (kejahilan) yang begitu marak dan leluasa melanda sebahagian besar umat Islam. Ilmu berkenaan aqidah dan dasar-dasar 'ubudiyyah kering dari mengalir di dalam jiwa dan sanubari mereka. Lebih malang lagi, mereka meninggalkan usaha untuk memahaminya dan terus hanyut disibukkan dengan urusan selainnya yang semakin menjauhkan mereka dari kebenaran.
5 – Berpalingnya manusia dari agama dengan memahami agama itu dengan keinginan hawa nafsu masing-masing.
6 – Taklid buta di dalam soal beragama menjadi suatu kebiasaan. Mereka selesa untuk beragama dengan agama yang mereka perolehi dari apa yang datuk nenek mereka amal dan wariskan walau pun apa yang datang dari datuk nenek mereka itu adalah suatu kebatilan. Kesalahan dari datuk nenek mereka terus diperturunkan dari suatu generasi ke generasi seterusnya disebabkan kejahilan mereka yang meninggalkan sikap ilmiyah dan kritis dalam memahami sumber-sumber agama yang benar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi peringatan:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
Terjemahan: Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. (Surah al-Baqarah, 2: 170)
7 – Taklid buta dengan apa keluar dari mulut-mulut manusia yang digelarkan sebagai Ustaz mahu pun ulama menjadi suatu perkara yang biasa. Mereka merasa puas dan cukup dengan perkataan ustaz dan ulama. Lalu mereka mengabaikan perkataan yang lebih agung iaitu dari Kalam Allah dan perkataan Rasul-Nya. Ia menjadi lebih parah apabila perasaan taksub dan fanatik menguasai hati-hati mereka dengan tidak mahu mengakui setiap manusia itu mungkin berbuat salah dan tidak maksum.
Imam asy-Syafi'e rahimahullah berpesan:
إذا وجدتم في كتابي خلاف سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم فقولوا بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ودعوا ما قلت
Terjemahan: Apabila kamu menemui sesuatu di dalam kitabku yang berlainan dengan hadis Rasulullah, peganglah hadis Rasulullah itu dan tinggalkanlah pendapatku itu. (Rujuk: Imam an-Nawawi, al-Majmu' Syarah al-Muhazzab, 1/63)
Begitulah serba sedikit berkenaan beberapa fenomena yang menjadikan golongan yang mengamalkan Islam yang tulen lagi sahih tersisih dan terasing. Mereka yang berada di atas kebenaran itu dipandang asing lagi pelik. Lebih parah, mereka bukan sahaja diasingkan, malah turut ditohmah dengan pelbagai bentuk fitnah dan kedustaan. Mereka dilabel sebagai sesat dan menyimpang.
Walhal, itu adalah disebabkan kejahilan golongan yang melabel itu sendiri lantaran jauhnya mereka dari ilmu dan sunnah-sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Jika mereka mahu meluangkan masa-masa mereka untuk menela'ah, nescaya mereka akan menemui semua itu sebenarnya bersumberkan kepada sandaran yang jelas dari Kalamullah dan as-Sunnah yang terang benderang...
Sunday, November 8, 2009
Sukarelawan dan Bantuan Kewangan diperlukan untuk Saudara Muslim Pattani
Sukarelawan dan Bantuan Kewangan diperlukan untuk Saudara Muslim Pattani
Sumber: E-mel yang dihantar oleh saudara Mohd Saiful (saiful_pedang87@yahoo.com.my)
Ziarah ke pattani beberapa hari yang lepas telah mengetemukan kami dengan timbalan mudir sekolah MA’HAD AL-BI THAT AD-DINIAH ( Pondok Haji Harun) iaitu Tn. Haji Abdul Rahman. Sekolah ini terletah di wilayah Yala di bahagian Selatan Thailand. Sekolah ini merupakan sekolah aliran agama yang juga menekankan akademik. Di mana, sesi paginya lebih menfokuskan kepada akademik dan sesi petangnya lebih kepada agama.
Pondok Haji Harun merupakan antara sekolah yang mempunyai bilangan pelajar yang teramai di Selatan Thailand, malah bagi saya yang teramai di Asia iaitu lebih 5,500 orang pelajar bedaftar di sini. Malah, bilangan pelajar sekolah ini pernah mencapai sehingga 10,000 orang pelajar pada satu ketika dahulu. Namun, akibat pergolakan dan krisis di Selatan Thailand jumlah pelajar di situ semakin berkurangan. terutama, apabila ramai guru-guru yang pernah mengajar di situ ditangkap, hilang tanpa dapat dikesan dan ditembak.
Malah menurut kata timbalan mudir sekolah juga, kejadian seperti bom atau tembakan disekitar kawasan sekolah bagaikan suatu pekara biasa bagi guru-guru dan pelajar sekolah ini. Persekolahan tetap diteruskan seperti biasa walaupun kejadian pegeboman atau tembakan terjadi hanya berhampiran pagar sekolah. Namun, akibat daripada pelbagai peristiwa ini, sedikit sebanyak telah menjejaskan bilangan pelajar yang mendaftar di sekolah ini.
Melihat kepada keadaan fikikal sekolahnya memang tidak logik untuk menempatkan pelajar seramai itu dan menurut guru yang mengajar juga memang bilangan bilik darjah sebenarnya tidak mencukupi untuk menampung jumlah pelajar yang ada, jadi mereka terpaksa menempatkan pelajar dalam kuantiti yang semaksimum mungkin dalam satu-satu kelas. Dari pemerhatian saya juga, memang keadaan bangunan dan infrastrukturnya seperti bangunan sekolah dan kemudahan belajar agak daif. Malah masih ada bilik darjah yang hanyak berdindingkan jaring besi.
Tn. Haji Abdul Rahman juga sempat membawa kami melawat sebuah bangunan baru sekolah yang telah lama dibina tapi masih belum siap kerana masalah kewangan untuk membeli keperluan bahan pembinaan.
Namun semangat dan kesungguhan serta keikhlasan yang ditunjukkan oleh guru-guru di sana dalam usaha mendidik anak bangsa supaya berilmu untuk membela nasib agama, bangsa dan negara dan ketidak adilan dalam masyarakat amat tinggi sekali. Ditambah lagi kesedaran ibu bapa dan anak-anak yang melihat pendidikan adalah salah satu elemen penting untuk mengubah corak hidup dan taraf hidup mereka pada masa hadapan. Ini dijelaskan sendiri oleh guru yang mengajar di situ, ada pelajar yang tingga berpuluh-puluh batu dari sekolah berusaha untuk belajar di sini sehingga mereka terpaksa bertolak seawal sebelum subuh lagi ke sekolah.
Malah ada pelajar di sekolah ini yang tidak mampu membayar yuran persekolahan juga masih diterima masuk. Ini termasuklah pelajar-pelajar yang ibu bapa mereka telah tiada( yatim piatu), ayah ditangkap, ayah ditembak, ayah hilang dan sebagainya menyebabkan sumber pendapatan keluarga tidak cukup untuk menampung keperluan persekolahan anak-anak. Kesungguhan dan keikhlasan pihak sekolah untuk memberikan pendidikan kepada anak bangsa mereka untuk terus maju dan kedepan amat jelas sekali.
Hasil perbincangan kami dengan Tn Haji Abdul Rahman telah memhasilkan beberapa cadangan untuk turut sama membantu pihak sekolah dalam menyediakan pendidikan kepada saudara muslim kita di pattani. Antaranya:
- Bengkel Pengajaran untuk Para guru dan Pelajar di sekolah tersebut untuk subjek Bahasa Melayu(BM) dan Bahasa Inggeris(BI).
- sumbangan keperluan asas pelajar seperti pakaian sekolah, beg sekolah, alatan belajar dan buku-buku yang boleh dimanfaatkan (bahan yang terpakai juga blh disumbangkan).
- sumbangan kewangan untuk menyediakan dana untuk membina dan meningkatkan kemudahan asas sekolah seperti bilik darjah, perpustakaan, pejabat dan sebagainya.
Bengkel pengajaran
-Kita memerlukan 10 orang (5 lelaki,5 perempuan) sukarelawan untuk mengajar bahasa melayu dan bahasa inggeris kepada para guru-guru dan pelajar di sekolah tersebut. keutamaan diberikan kepada bakal-bakal guru khususnya dalam pengajaran bidang BM dan BI.
-tempoh bengkel 3-4 minggu( masih dalam perbincangan)
-tarikh dalam bulan 3 atau 4 tahun 2010 ( masih dalam perbincangan tarikh spesifik)
-penempatan dan makan minum insyallah akan di sedikan sepanjang benkel
-gaji atau elaun masih dalam perbincgan( tapi kalu boleh yang bersedia untuk terima papa2 gaji atau elaun)
-boleh bagi respon untuk menjadi sukarelawan bengkel ini selewat-lewatnya hujun bulan 11.
-perjumpaan( meting) pertama untuk membincangkan secara detail berkenaan bengkel ini akan diadakan pada bulan 12 ini.
Sesiapa yang berminat untuk menjadi sukarelawan untuk bengkel tersebut atau sumbangan keperluan sekolah boleh hubungi :
Mohd Saiful Afindi Sulaiman ( 0194131472/ saiful_pedang87@yahoo.com.my),
Nur Khalillah Rasyid (0194737645/ kha_lillah@yahoo.com.sg)
Untuk bantun sumbangan kewangan boleh disalurkan atas nama Persatuan Ulama’ Malaysia Cawangan Pulau Pinang, No. Akaun Bank Islam : 7043011013136. Diharapkan Tuan dapat memaklumkan jumlah derma kepada pihak kami untuk tujuan rekod.
Moga Allah merahmati dan memberkati jasa baik kita semua...
Mohd Saiful Afindi Sulaiman,
Timbalan pengerusi (I),
Angkatan Pemuda-pemudi Islam (API),
Persatuan Ulama' Malaysia cawangan Pulau Pinang (PUMPP),
Pulau Pinang.
Sumber: E-mel yang dihantar oleh saudara Mohd Saiful (saiful_pedang87@yahoo.com.my)
Ziarah ke pattani beberapa hari yang lepas telah mengetemukan kami dengan timbalan mudir sekolah MA’HAD AL-BI THAT AD-DINIAH ( Pondok Haji Harun) iaitu Tn. Haji Abdul Rahman. Sekolah ini terletah di wilayah Yala di bahagian Selatan Thailand. Sekolah ini merupakan sekolah aliran agama yang juga menekankan akademik. Di mana, sesi paginya lebih menfokuskan kepada akademik dan sesi petangnya lebih kepada agama.
Pondok Haji Harun merupakan antara sekolah yang mempunyai bilangan pelajar yang teramai di Selatan Thailand, malah bagi saya yang teramai di Asia iaitu lebih 5,500 orang pelajar bedaftar di sini. Malah, bilangan pelajar sekolah ini pernah mencapai sehingga 10,000 orang pelajar pada satu ketika dahulu. Namun, akibat pergolakan dan krisis di Selatan Thailand jumlah pelajar di situ semakin berkurangan. terutama, apabila ramai guru-guru yang pernah mengajar di situ ditangkap, hilang tanpa dapat dikesan dan ditembak.
Malah menurut kata timbalan mudir sekolah juga, kejadian seperti bom atau tembakan disekitar kawasan sekolah bagaikan suatu pekara biasa bagi guru-guru dan pelajar sekolah ini. Persekolahan tetap diteruskan seperti biasa walaupun kejadian pegeboman atau tembakan terjadi hanya berhampiran pagar sekolah. Namun, akibat daripada pelbagai peristiwa ini, sedikit sebanyak telah menjejaskan bilangan pelajar yang mendaftar di sekolah ini.
Melihat kepada keadaan fikikal sekolahnya memang tidak logik untuk menempatkan pelajar seramai itu dan menurut guru yang mengajar juga memang bilangan bilik darjah sebenarnya tidak mencukupi untuk menampung jumlah pelajar yang ada, jadi mereka terpaksa menempatkan pelajar dalam kuantiti yang semaksimum mungkin dalam satu-satu kelas. Dari pemerhatian saya juga, memang keadaan bangunan dan infrastrukturnya seperti bangunan sekolah dan kemudahan belajar agak daif. Malah masih ada bilik darjah yang hanyak berdindingkan jaring besi.
Tn. Haji Abdul Rahman juga sempat membawa kami melawat sebuah bangunan baru sekolah yang telah lama dibina tapi masih belum siap kerana masalah kewangan untuk membeli keperluan bahan pembinaan.
Namun semangat dan kesungguhan serta keikhlasan yang ditunjukkan oleh guru-guru di sana dalam usaha mendidik anak bangsa supaya berilmu untuk membela nasib agama, bangsa dan negara dan ketidak adilan dalam masyarakat amat tinggi sekali. Ditambah lagi kesedaran ibu bapa dan anak-anak yang melihat pendidikan adalah salah satu elemen penting untuk mengubah corak hidup dan taraf hidup mereka pada masa hadapan. Ini dijelaskan sendiri oleh guru yang mengajar di situ, ada pelajar yang tingga berpuluh-puluh batu dari sekolah berusaha untuk belajar di sini sehingga mereka terpaksa bertolak seawal sebelum subuh lagi ke sekolah.
Malah ada pelajar di sekolah ini yang tidak mampu membayar yuran persekolahan juga masih diterima masuk. Ini termasuklah pelajar-pelajar yang ibu bapa mereka telah tiada( yatim piatu), ayah ditangkap, ayah ditembak, ayah hilang dan sebagainya menyebabkan sumber pendapatan keluarga tidak cukup untuk menampung keperluan persekolahan anak-anak. Kesungguhan dan keikhlasan pihak sekolah untuk memberikan pendidikan kepada anak bangsa mereka untuk terus maju dan kedepan amat jelas sekali.
Hasil perbincangan kami dengan Tn Haji Abdul Rahman telah memhasilkan beberapa cadangan untuk turut sama membantu pihak sekolah dalam menyediakan pendidikan kepada saudara muslim kita di pattani. Antaranya:
- Bengkel Pengajaran untuk Para guru dan Pelajar di sekolah tersebut untuk subjek Bahasa Melayu(BM) dan Bahasa Inggeris(BI).
- sumbangan keperluan asas pelajar seperti pakaian sekolah, beg sekolah, alatan belajar dan buku-buku yang boleh dimanfaatkan (bahan yang terpakai juga blh disumbangkan).
- sumbangan kewangan untuk menyediakan dana untuk membina dan meningkatkan kemudahan asas sekolah seperti bilik darjah, perpustakaan, pejabat dan sebagainya.
Bengkel pengajaran
-Kita memerlukan 10 orang (5 lelaki,5 perempuan) sukarelawan untuk mengajar bahasa melayu dan bahasa inggeris kepada para guru-guru dan pelajar di sekolah tersebut. keutamaan diberikan kepada bakal-bakal guru khususnya dalam pengajaran bidang BM dan BI.
-tempoh bengkel 3-4 minggu( masih dalam perbincangan)
-tarikh dalam bulan 3 atau 4 tahun 2010 ( masih dalam perbincangan tarikh spesifik)
-penempatan dan makan minum insyallah akan di sedikan sepanjang benkel
-gaji atau elaun masih dalam perbincgan( tapi kalu boleh yang bersedia untuk terima papa2 gaji atau elaun)
-boleh bagi respon untuk menjadi sukarelawan bengkel ini selewat-lewatnya hujun bulan 11.
-perjumpaan( meting) pertama untuk membincangkan secara detail berkenaan bengkel ini akan diadakan pada bulan 12 ini.
Sesiapa yang berminat untuk menjadi sukarelawan untuk bengkel tersebut atau sumbangan keperluan sekolah boleh hubungi :
Mohd Saiful Afindi Sulaiman ( 0194131472/ saiful_pedang87@yahoo.com.my),
Nur Khalillah Rasyid (0194737645/ kha_lillah@yahoo.com.sg)
Untuk bantun sumbangan kewangan boleh disalurkan atas nama Persatuan Ulama’ Malaysia Cawangan Pulau Pinang, No. Akaun Bank Islam : 7043011013136. Diharapkan Tuan dapat memaklumkan jumlah derma kepada pihak kami untuk tujuan rekod.
Moga Allah merahmati dan memberkati jasa baik kita semua...
Mohd Saiful Afindi Sulaiman,
Timbalan pengerusi (I),
Angkatan Pemuda-pemudi Islam (API),
Persatuan Ulama' Malaysia cawangan Pulau Pinang (PUMPP),
Pulau Pinang.
Friday, November 6, 2009
KEMELUT BOLA? KEMELUT AGAMA?
Lama tak menulis. Tak sempat, nak buka internet pun kekadang tak sempat. Faham aje la, soru perlu dicari.
Besuk Sabtu malam Ahad, bolasepak akhir Kelantan vs NS. Rasanya tak perlulah nak komen. Sebab bagiku bola bukanlah segala - galanya. Dapat pahala ke tak, itu aku tak tahu. Haram atau Halal bukan kerja aku. Siapa nak main, siapa masuk final, bagiku itu hanya hiburan semata - mata. Sebabnya aku tahu, orang tengok bola, ramai tak sembahyang. Ramai buang masa. Rasanya tak ada lagi orang berzikir dalam stadium tengok bola. Biarpun PAS mahupun UMNO, sama sahaja bila dalam stadium. Kalau Kelantan menang bola tak bermakna Islam menang, Kalau NS menag, tak bermakna UMNO menang.
Cuma aku tengok kekadang orang UMNO, PAS dan Keadilan boleh bersatu kerana bola. Nampak gayanya Bolasepak lebih utama dari Quran dan Islam.
Cuma doakan agar tidak terjadi pergaduhan dan perkelahian. Malu je nanti. Cukuplah untuk bola, bukannya tajuk utama.
Kes Dr. Asri, lebih menarik perhatian. Tup - tup, Dr Asri kena tangkap bagi ceramah tak tauliah kat Selangor. Tercengang! Sebab Selangor Negeri Pakatan Rakyat. Tanya MB Selangor, diapun tak tahu apa - apa. Hasan Ali tak tahulah, tapi komen dia, nampak gaya main selamat. Yang lebih - lebihnya Tuk Jib, cepat - cepat pertahankan Dr Asri dan terus salahkan Kerajaan Negeri. Cepat benar Tuk Jib buat keputusan. Nampak sangat gaya politik sekolah rendah. Strategik mudah dibaca.
Sejak bila Tuk Jib tulang belakang mempertahankan ulama'. Tetapi bab Dr Asri ini dia ke depan. Patutnya Tuk Jib bagilah juak - juak bagi komen. Jangan cepat sangat, jalan cerita orang dah tahu.
Aku tak sokong Dr Asri mahupun JAIS. Sebab aku tahu JAIS ini masih boleh digunakan oleh orang tertentu. JAIS bukannya terletak bawah Kerajaan Negeri. Dia bawah Majlis Agama dan Adat Resam Selangor. Jadi pefaham ajelah, bila majlis bawah siapa? Takkan dia nak dengar cakap MB atau Exco Kerajaan Negeri.
Peristiwa ini aku lihat akan muncul peristiwa yang besar lagi. Mungkin ini titik mulanya. Ini bukannya masalah Asri ada tauliah atau tidak. Asri cuma mangsa atau pelakun, itu aku tak tahu.
Aku cukup berpegang kepada kata Tuk Nenek Moyang aku, Kill two birds with one stone.
Yang disalahkan Kerajaan Negeri atau JAIS, yang kena Asri yang mewakili geng Wahabi, tetapi yang menangnya siapa? Jadi fikirlah dengan pedoman mata hati.
Dalam UMNO ada Wahabi yang sama dengan Dr Asri. Sampai ada yang jadi MB, ada yang jadi Menteri. Tetapi puak ini sangka dia menang, sangka dapat memperkembangkan pemikiran Wahabi, sebenarnya ia sedang dimainkan. Dah pasti musuh geng Wahhabi, geng yang baca Yassin, geng yang baca Qunut, baca Talkin, sebab ini keutamaan Wahhabi amalan yang perlu dihapuskan.
Pertelingkahan ini bukannya baru, di Malaysia, kalau tak silap sejak awal abad 20 lagi. Tetapi geng Wahhabi terlupa, dia ada musuh yang lebih besar sebenarnya. Yang hairannya kenapa musuh ini beria - ia mempertahankan Dr Asri atas Kebebasan Bersuara. Dan lebih malang lagi umat Islam sendiri hanya nampak Dr Asri dan JAIS sahaja. Tetapi tak nampak yang lain. Yang lebih malang lagi orang yang bergiat dalam politik, yang bercita - cita nak jadi Menteri pun tak faham, hanya tahu nak ambil keuntungan politik sahaja. Lemah sangat kepala otak ahli politik Islam berfikir, dari BN mahupun PR. Itulah bila hati ditutup dengan kelazatan dan kerakusan dunia. Inilah jadinya.
Doaku moga Allah melindungi dan menampakkan kepada mereka yang buta mata hati ini. Mungkin sebab Songkok yang terlalu tinggi atau Ikatan serban yang menjerut kepala.
Besuk Sabtu malam Ahad, bolasepak akhir Kelantan vs NS. Rasanya tak perlulah nak komen. Sebab bagiku bola bukanlah segala - galanya. Dapat pahala ke tak, itu aku tak tahu. Haram atau Halal bukan kerja aku. Siapa nak main, siapa masuk final, bagiku itu hanya hiburan semata - mata. Sebabnya aku tahu, orang tengok bola, ramai tak sembahyang. Ramai buang masa. Rasanya tak ada lagi orang berzikir dalam stadium tengok bola. Biarpun PAS mahupun UMNO, sama sahaja bila dalam stadium. Kalau Kelantan menang bola tak bermakna Islam menang, Kalau NS menag, tak bermakna UMNO menang.
Cuma aku tengok kekadang orang UMNO, PAS dan Keadilan boleh bersatu kerana bola. Nampak gayanya Bolasepak lebih utama dari Quran dan Islam.
Cuma doakan agar tidak terjadi pergaduhan dan perkelahian. Malu je nanti. Cukuplah untuk bola, bukannya tajuk utama.
Kes Dr. Asri, lebih menarik perhatian. Tup - tup, Dr Asri kena tangkap bagi ceramah tak tauliah kat Selangor. Tercengang! Sebab Selangor Negeri Pakatan Rakyat. Tanya MB Selangor, diapun tak tahu apa - apa. Hasan Ali tak tahulah, tapi komen dia, nampak gaya main selamat. Yang lebih - lebihnya Tuk Jib, cepat - cepat pertahankan Dr Asri dan terus salahkan Kerajaan Negeri. Cepat benar Tuk Jib buat keputusan. Nampak sangat gaya politik sekolah rendah. Strategik mudah dibaca.
Sejak bila Tuk Jib tulang belakang mempertahankan ulama'. Tetapi bab Dr Asri ini dia ke depan. Patutnya Tuk Jib bagilah juak - juak bagi komen. Jangan cepat sangat, jalan cerita orang dah tahu.
Aku tak sokong Dr Asri mahupun JAIS. Sebab aku tahu JAIS ini masih boleh digunakan oleh orang tertentu. JAIS bukannya terletak bawah Kerajaan Negeri. Dia bawah Majlis Agama dan Adat Resam Selangor. Jadi pefaham ajelah, bila majlis bawah siapa? Takkan dia nak dengar cakap MB atau Exco Kerajaan Negeri.
Peristiwa ini aku lihat akan muncul peristiwa yang besar lagi. Mungkin ini titik mulanya. Ini bukannya masalah Asri ada tauliah atau tidak. Asri cuma mangsa atau pelakun, itu aku tak tahu.
Aku cukup berpegang kepada kata Tuk Nenek Moyang aku, Kill two birds with one stone.
Yang disalahkan Kerajaan Negeri atau JAIS, yang kena Asri yang mewakili geng Wahabi, tetapi yang menangnya siapa? Jadi fikirlah dengan pedoman mata hati.
Dalam UMNO ada Wahabi yang sama dengan Dr Asri. Sampai ada yang jadi MB, ada yang jadi Menteri. Tetapi puak ini sangka dia menang, sangka dapat memperkembangkan pemikiran Wahabi, sebenarnya ia sedang dimainkan. Dah pasti musuh geng Wahhabi, geng yang baca Yassin, geng yang baca Qunut, baca Talkin, sebab ini keutamaan Wahhabi amalan yang perlu dihapuskan.
Pertelingkahan ini bukannya baru, di Malaysia, kalau tak silap sejak awal abad 20 lagi. Tetapi geng Wahhabi terlupa, dia ada musuh yang lebih besar sebenarnya. Yang hairannya kenapa musuh ini beria - ia mempertahankan Dr Asri atas Kebebasan Bersuara. Dan lebih malang lagi umat Islam sendiri hanya nampak Dr Asri dan JAIS sahaja. Tetapi tak nampak yang lain. Yang lebih malang lagi orang yang bergiat dalam politik, yang bercita - cita nak jadi Menteri pun tak faham, hanya tahu nak ambil keuntungan politik sahaja. Lemah sangat kepala otak ahli politik Islam berfikir, dari BN mahupun PR. Itulah bila hati ditutup dengan kelazatan dan kerakusan dunia. Inilah jadinya.
Doaku moga Allah melindungi dan menampakkan kepada mereka yang buta mata hati ini. Mungkin sebab Songkok yang terlalu tinggi atau Ikatan serban yang menjerut kepala.
Subscribe to:
Comments (Atom)